Sekretari DPC-AMIRA Kabupaten Pandeglang menyayang kan dengan pembubaran masa aksi secara paksa (supresif)

Nasional, Terkini317 Dilihat

 

Pandeglang-Banten indoviral.id|

Aksi unjuk rasa yang di lakukan oleh kawa-kawan Cipayung plus pada tanggal 04 April 2023, merupakan aksi repleksi memperingati hari jadi kabupaten Pandeglang yang ke-149 dengan mengusung tema raport merah bagi eksekutif dan legislatif kab. Pandeglang yang gagal mengentaskan kesenjangan dan kemiskinan.

Ciekek, 04 April 2023 Kabupaten Pandeglang tidak lagi muda di umur yang ke 149 kabupaten Pandeglang dengan berbagai polemik seakan hidup di kabupaten yang tidak memiliki jati diri sebagai kabupaten yang di kenal dengan sesuatu kelebihan nya yang mencolok, mulai dari industri, wisata, ekonomi serta pendidikan seakan semua tidak ada yang bisa di unggulkan untuk kabupaten yang sudah tidak muda lagi.

Tentu, aksi unjuk rasa yang di lakukan oleh kelompok Cipayung tersebut seharusnya jadi barometer untuk birokrasi yang mendinasti ini sebagi kritik konstruktif yang di lakukan melalui mimbar bebas tersebut, sampai akhirnya pihak otoritas kepolisian membubarkan masa aksi yang berada di sekitar tugu jam dekat alun-aulun teresbut, pada mulanya masa aksi sangat begitu tenang serta kondusif sampai kemudian seluruh masa aksi di paksa untuk membubarkan diri.

Aktivis muda sekaligus sekjen DPC Angkatan muda Indonesia Raya Burhanudin, angkat bicara soal pembubaran masa aksi tersebut sampai-sampai membuat kegaduhan antara masa aksi dan pihak otoritas kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya aksi tersebut, bahkan posisi masa aksi pas kala di bubarkan sedang melaksanakan buka bersama dengan membuat lingkaran dalam posisi berhadap-hadapan tapi apa yang di lakukan pihak pengamanan sebneranya terlalu berlebih jika harus sampai bergontok-gontokan dengan Mahasiswa.

“Tentu harapan saya selaku putra Daerah Pandeglang menginginkan kemajuan berbasis kesejahteraan bagi masyarakat umum untuk bisa mengejar Kabupaten lain sehingga kita bisa setara ataupun melebihi Kabupaten lain dari ketertinggalan,” tutupnya.

(rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *