Padang lawas, indoviral.id
Camat Halongonan Amri Hamonangan siregar, S.STP, M.M. di dampingi Ketua T.P PKK Kecamatan Halongonan Ny. dr. Manda Amri Hamonangan Siregar. Merasa bangga atas kunjungan Rombongan Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Lawas Utara, dan kepala dinas kesehatan Propinsi Sumatra Utara, yang di adakan di
UPTD Puskesmas Pangirkiran, Selasa(18/11/2025).
Turud hadir :
Kepala dinas Propinsi Sumatra Utara yang diwakili, Dedi Julhadi Hasibuan.
Ketua TP PKK Paluta Ny,Rafina Basyah Harahap.
Plt Kadis Kesehatan Maralobi Siregar, S,Sos., MM, Camat Halongonan Amri hamonangan siregar S.STP. M.M.
Kepala desa pangirkiran.
Kepala Puskesmas Hutaimbaru, kepala UPTD puskesmas Pangirkiran. Para Kader PKK sek-paluta, Ibu Balita dan Tamu Undangan Lainnya.

Camat Halongonan dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Rombongan Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Lawas Utara dan bapak kepala dinas kesehatan Propinsi Sumatra utara, saya ucapan terimakasih pada rombongan yang mau berhadir untuk berbagi ilmu kepada ibu-ibu PKK yang ada di Kecamatan halongonan ini.
“Semoga nanti pembinaan ini dapat dipahami dan dapat dimengerti karena ini salah satu upaya untuk mewujudkan generasi yang sehat, kuat dan bebas dari setanting untuk kemajuan Padang Lawas utara ini.” Ucapnya. Amri
Dalam arahan Ketua TP PKK Kabupaten Padang Lawas Utara Ny. Refina Reski Basyah Harahap menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan bebas dari stunting.
Ketua TP PKK mengingatkan bahwa kecukupan gizi dan pola asuh yang baik merupakan fondasi penting dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal. PMT diberikan selama 60 hari secara berturut-turut dan dimulai serentak pada tanggal 1 November 2025.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Dedi Julhadi Hasibuan menjelaskan bahwa kasus balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan harus menjadi perhatian serius, karena kondisi tersebut dapat menjadi indikator awal risiko stunting apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan terus berupaya menguatkan program intervensi gizi sensitif dan spesifik melalui puskesmas serta posyandu.
Selain penyuluhan, TP PKK juga menyerahkan bantuan stimulan berupa bahan pangan bergizi yang diharapkan dapat membantu memperbaiki asupan gizi balita dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Kehadiran kader di lapangan turut memberikan motivasi kepada para orang tua agar lebih aktif memperhatikan tumbuh kembang anak.






