Prospek Cerah, Usahawan Dumai dan Malaysia Jalin Hubungan Perdagangan

Nasional, Terkini187 Dilihat

 

DUMAI, INDOVIRAL.ID— Sejumlah perwakilan Usahawan dari Malaysia melakukan kunjungan ke Kota Dumai untuk mengenalkan produk mereka yang akan dipasarkan di Dumai, Minggu (19/2/2023) siang di Lantai 2 Grand Zuri Hotel.

Produk-produk yang dipasarkan tersebut diantaranya makanan, minuman, kosmetik, pupuk (baja) dan lainnya.

Perwakilan usahawan Dumai juga menyiapkan sejumlah produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang nantinya dapat di pasarkan ke sejumlah wilayah di Malaysia. Produk tersedia, kategori sama dengan Usahawan Malaysia.

Presiden Persatuan Usahawan Wawasan Wanita Malaysia (Wawasanita) Datin Norli Hj Alias mengatakan, pertemuan ini ingin menjemput semua usahawan-usahawan di Dumai untuk sama-sama menyertai kerjasama dengan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Malaysia dan DMDI Dumai.

“Kita akan MoU dengan DMDI Dumai, kami juga sudah MoU dengan negara lain seperti Pakistan, Bangkok, dan kita bekerjasama dengan IWAPI Jakarta. Kita juga sudah menjemput pihak Myanmar, Korea dan Piliphina. Melalui DMDI kita akan coba menjayakan kerjasama dalam segi perdagangan,” terang Datin Norli.

Sementara itu, Pengurus Perbadanan Kemajuan Pertanian Selangor (PKPS) Md Saat Bin Mahsah mengatakan, di Selangor mereka ada lahan untuk pertanian dan juga produksi minyak kelapa sawit.

“Dari hasil ternak ayam yang berjumlah ribuan ekor, kami memproduksi baja atau pupuk hewani. Cara beternak, memproduksi daging ayam bahkan menghasilkan kompos, kami menggunakan teknologi terkini. Kami juga membawa berbagai produk seperti makanan dan minuman dan kita menjamin keselamatan makanan tersebut. Kami juga ada sertifikat halal dari Kerajaan Malaysia (Jakim), ” ujarnya.

Direktor Citra Semerbak SDN BHD, Hj Rokiyah Adnan berharap, kedepan barang-barang perdagangan dari Malaysia bisa masuk ke Dumai dan barang perdagangan dari Dumai bisa masuk ke Malaysia.

“Saat ini Sardin (sarden-red) produk Malaysia sudah ada MoU dan yang akan menampung di Dumai. Semoga akan segera terlaksana. Di Malaysia juga ada tepung Gandum yang sangat sesuai buat kue mueh. Ada jauga Saus Cili Pedas, ada Kecap Lemak Manis, ada Biskuit produksi terbaik dari bahan jagung,” katanya.

Sementara itu, perwakilan DMDI Dumai Azizah, menyebutkan, akan menyandingkan produk yang ada di Dumai melalui pemerintah kedua negara.

“Dari pemerintah bisa ambil bagian, karena ada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata dan instansi lainnya, ” pungkas wanita yang juga merupakan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai ini.

Jurnalis yang turut hadir di dalam acara, turut merasakan dan menikmati makanan dan minuman sample yang di bawa pihak usahawan kedua belah pihak.

“Cukup nikmat dan berkualitas,” puji pelaku UMKM Dumai, tentang sample makanan dan minuman yang di sediakan. Tapi sayang, walau makanan dan minuman produksi UKM Dumai sudah baik dan sesuai di lidah Orang Melayu, ada yang kurang terkait kemasan atau packing nya.

“Produk kedua belah pihak sangat baik. Namun, tidak ada rincian komposisi dan kadar persentase produk kemasan, seperti tertera di kemasan produk Malaysia. Kemasan juga transparan, sehingga gampang terpapar cahaya Matahari,” kritis Irham Hadi. Dan hal tersebut di aminkan para pelaku UKM Dumai.

“Terimakasih Bang atas masukannya,” ucap seorang Ibu yang memproduksi makanan cemilan.

Saat closing show, Datin Norli Hj Alias sampaikan undangan kepada pelaku UMKM dan Jurnalis Dumai agar datang ke Malaysia dalam acara pameran dan expo yang akan berlangsung pada Bulan Juli nanti.

“Dengan ini saya mengundang usahawan dan Jurnalis Dumai untuk hadir dalam pameran dan expo di Malaysia pada bulan Juli nanti. Saya sendiri yang akan menanggung akomodasi, mulai keberangkatan hingga pulang nya,” ajak Datin Norli.

Selain dihadiri sejumlah usahawan dan Pengurus DMDI Malaysia, DMDI Dumai, hadir juga pada kesempatan tersebut perwakilan dari KADIN Dumai, pelaku usaha UMKM Dumai, Ketua Koperasi

KETAN, Ridwan Safri, dan pelaku Ekspor dan Import, Irham Hadi.

(ES)