Barito Utara, Indoviral.id
Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.
Menggelar rapat koordinasi (rakor) ke II (dua) Tingkat Kabupaten Barito Utara untuk tahun 2025, sekaligus lantik pengurus baru masa Bhakti tahun 2025 – 2030, yang dilaksanakan pada Senin (25/08/2025) pagi.
Rakor sekaligus pelantikan pengurus PGRI ini digelar di Aula pertemuan SMPN 1 Muara Teweh, yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Syahmiludin.A.Surapati, Ketua PGRI Barito Utara, Maslan,S.Pd.I., Sekretaris PGRI Barito Utara, Maxi Sumampow,S.Pd.,S.AP serta pengurus PGRI Barito Utara, Ketua/sekretaris Pengurus PGRI 9 Kecamatan Se – Kabupaten Barito utara, panitia pelaksana, Ketua panitia, Andheny Purwasih,S.Pd.,
Sekretaris, Khairun Nissa,S.Pd.,Gr.,M.Pd serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Syahmiludin.A.Surapati dalam sambutannya sekaligus membuka resmi kegiatan ini, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pengurus PGRI dan ucapan selamat atas terpilihnya kembali, Maslan,S.Pd.I., sebagai Ketua PGRI secara aklamasi melalui musyawarah PGRI pada tanggal 13 Juni 2025 lalu, untuk masa Bhakti 2025 – 2030.
Dia juga menanggapi hal tersebut adalah sebuah proses yang dilaksanakan secara demokrasi yang baik.
Dikatakan juga bahwa PGRI selama ini sudah cukup menunjukan kiprah dan keberadaannya sebagai wadah yang mampu memperjuangkan aspirasi PGRI dan patut diberikan apresiasi.
Syahmiludin juga berharap kepada ketua dan pengurus PGRI supaya bisa menjalankan amanah dengan sebaik – baiknya agar PGRI bukan saja sebagai wadah yang nyaman,menyejukan,
memberikan kedamaian,tetapi juga mampu untuk menyampaikan pesan dan permasalahan, saran dan juga konsep pendidikan yang lebih baik.”
Sementara Ketua PGRI, Maslan,S.Pd.I.,dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panitia penyelenggara yang sudah mengadakan kegiatan ini agar bisa berdiskusi bersama – sama.
Sampai saat ini, dari 9 kecamatan sudah terbentuk 39 ranting dan bisa menyerap aspirasi yang datang dari pelosok desa, ” papar Maslan.
Disampaikan juga bagian dari perjuangan PGRI adalah Sertifikasi Guru,P3K dan juga memperjuangkan P3K agar menjadi ASN, demikian juga untuk Guru dan Dosen.
Mengenai iuran PGRI, bahwa PGRI Kabupaten Barito Utara selalu lunas, baik itu di provinsi maupun sampai pusat, hal inilah yang juga menjadi kebanggaan salah satu kebanggaan PGRI Barito Utara.
Dikatakan juga yang menjadi kendala saat ini adalah masih belum adanya gedung PGRI, ” Hanya saja yang menjadi kendala adalah Gedung PGRI yang masih belum ada, tetapi kami akan tetap berjuang dan berusaha, ” papar Maslan.
Usai pembukaan rakor, Ketua PGRI Barito Utara, ketika ditanyakan mengenai bagaimana ke depannya untuk memperjuangkan tenaga pengajar (guru) honorer yang diketahui masih ada di tingkat desa,kecamatan maupun di dalam kota kabupaten, Maslan,S.Pd.I, mengatakan, ” Untuk tenaga pengajar atau guru yang masih honorer, PGRI akan menginventarisir data yang ada, kita berharap nantinya mereka (guru honorer) sesuai dengan masa bhakti pengabdiannya,sesuai dengan aturan yang berlaku, agar kedepannya mereka bisa menjadi tenaga pengajar (guru) P3K ataupun ASN, ” ujarnya.
Ditempat yang sama usai membuka secara resmi kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara kepada awak media mengatakan, ” Terkait dengan kegiatan rakor, Dinas Pendidikan memberikan apresiasi kepada Pengurus PGRI Kabupaten yang mampu untuk melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi PGRI Kabupaten yang ke II (dua) tahun 2025.
Ini menunjukan bahwa PGRI secara organisasi sesuai dengan AD/ART yang ada dan itu sudah berjalan dengan baik.
” Saya selaku Kepala Dinas Pendidikan menganggap PGRI ini sebagai mitra strategis yang cukup banyak membantu kami, memberikan masukan,informasi dan juga menyampaikan aspirasi, ” tutup Syahmiludin.A.Surapati.
(Arnius.S,S.Pd).






