Perlu Tau awal Kisahnya Ketua DPRD Muratara Efriyansyah Tentang Karirnya

Nasional, Terkini247 Dilihat

 

Efriyansah S Sos
*Perlu Tau dan Lebih Mengenal dan Lebih Dekat lagi Ketua DPRD Muratara

MURATARA,Indoviral.Id.
Mengenal lebih dekat sosok ketua DPRD Kabupaten Muratara, Efriyansah S Sos, sekaligus ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Muratara. Tokoh masyarakat Muratara ini, merupakan sosok karismatik, berangkat dari akar rumput yang bertransformasi menjadi ketua legislatif di Muratara.

“Efriyansyah yang ramah disapa Lup Epri, oleh masyarakat Muratara. Dikenal sangat akrab tanpa batas dengan seluruh lapisan masyarakat. Dia mengaku, dulu tidak pernah terbayang bisa menjadi ketua DPRD Muratara dua periode.

Latar belakangnya, sama seperti masyarakat lainnya di Kabupaten Muratara. Pria kelahiran 1 Mei 1978 ini, besar dari kalangan petani karet. Persisnya di rompok minak, Desa Noman, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara yang jauh dari fasilitas, kemajuan, maupun hiruk pikuk suasana perkotaan.

“Dulu jangankan cita cita, bermimpipun tidak pernah menjadi ketua DPRD dua periode. Itu mengalir begitu saja, tapi kunci yang saya pegang, selalu hormati orang tua dan terus menjalin silaturahmi,” ungkapnya singkat.

Efriyansyah mengaku, dulu dia pernah merintis di beragam profesi. Mulai dari bertani karet, wirausaha, bikrokrasi, penyelenggara Pemilu, hingga menjadi Jurnalis di salah satu media cetak lokal. Karirnya tidak semoncer saat ini, karena benar benar dirintis dari bawah.

Suka duka dan getirnya hidup sebagai petani karet, sudah menjadi pupuk semangatnya jati dirnya untuk merubah tatanan sosial yang lebih baik lagi. Tak kenal surut, meski dengan beragam keterbatasan, mau tidak mau harus menuntaskan akademik.

Dia mengenyam pendidikan formal di SD Negeri 1 Noman dan lulus tahun 1990. Kemudian ia meneruskan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Noman dan lulus tahun 1993. Melanjutkan pendidikan SMA di kota Lubuklinggau.

Bersekolah, di Sekolah Menengah Teknik (SMT) Pertanian di Kota Lubuklinggau dan lulus tahun 1996. Setelah lulus SMT itu. Efriyansyah memiliki misi khusus, anak petani harus berani maju.

Dia kembali merantau jauh, di seberang pulau sumatera. Lalu kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang.

Dan baru pulang kembali ke kampung halaman, di Desa Noman, kabupaten Muratara. Periode 2003-2004 dia menjadi Sekdes Desa Noman. Waktu itu akan dilaksanakan pesta demokrasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, 2004.

Efriyansyah mencoba peruntungan, mengikuti seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Rupit. Bagaikan gayung bersambut, apa yang dia harapkan selalu terwujud.

Dia berhasil menjadi ketua PPK Rupit yang saat itu kabupaten Muratara, masih bergabung dengan kabupaten Musi Rawas.

Efriyansyah melanjutkan karir. Setelah menjadi Ketua PPK, ia tertarik untuk ikut mencetak sejarah, menempuh bidang jurnalistik. Lalu ikut aktif bekerja di perusahaan pers lokal saat itu.

“Saya juga pernah menjadi wartawan, dan sangat paham dengan seluk beluk dunia jurnalistik. Apa lagi soal kendala kawan kawan liputan dilapangan, saya tahu persis itu, karena saya alami langsung,” timpalnya.

Menurutnya, untuk menjadi seorang jurnalis tidaklah mudah seperti yang dibayangkannya. Tahun 2009, Efriyansyah mencoba mengikuti seleksi untuk menjadi komisioner KPUD.

Dewi Fortuna kembali berpihak padanya, Efriansyah kembali sukses menjabat Ketua KPU Kabupaten Musi Rawas, untuk melaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2009.

Masa jabatannya berakhir di tahun 2014 dan saat itu Kabupaten Muratara baru dimekarkan dari kabupaten induk Musi Rawas. Mimpinya membangun daerah tertinggal yang yang terkubur saat muda dulu, kini kembali berontak.

Dia kemudian bergabung di partai Gerindra, maju mencalonkan diri sebagai anggota DPRD pada Pileg 2014 dan terpilih menjadi ketua DPRD Muratara. Lalu kembali mengukir sejarah, mengikuti Pileg 2019 dan terpilih lagi menjadi ketua DPRD Muratara.

Selama menjabat selaku ketua DPRD Muratara, Efriyansah mengatakan mulai dari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *