Operator Excapator Vendor TU Sawit PTPN IV Tewas Tertimpa Alat Berat

Uncategorized172 Dilihat

 

INDOVIRAL.ID ( SUMUT )

Simalungun: Untung tak dapat diraih, naas tak dapat di tolak, seorang operator alat berat pelaksana tanam ulang (TU) sawit di areal Afdeling 2 PTPN IV Unit Padang Matinggi, kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, tewas tertimpa Excapator, Kamis (18/01/2024) sekira pukul 14.30 Wib.

 

Pria inisial IN warga Dusun/Huta Petani, Desa/Nagori Huta Parik kecamatan ujung padang itu, disebut – sebut bekerja sebagai operator disalah satu alat berat milik pengusaha sukses kelurahan ujung padang. Setelah di evakuasi, jasad korban dibawa ke Puskesmas ujung padang.

Kejadian naas berawal ketika alat berat tersebut terguling dari sebuah truk Trado dan jatuh menimpa IN yang berada di ruang operator. Setelah di bawa ke puskesmas, jasad korban dikebumikan oleh pihak keluarga Kamis (18/01/2024) sekira pukul 20.00 Wib.

 

Meskipun telah dikebumikan, peristiwa naas yang menjadi penyebab meninggalnya IN terus bergulir menjadi perbincangan dan pertanyaan berbagai pihak. Pasalnya, selain diduga tidak dilakukannya otopsi pada jasad korban, warga juga merasa heran pihak kepolisian tidak melakukan olah TKP atau Tempat Kejadian Perkara.

 

“Jasad almarhum dibawa ke puskesmas Ujung Padang setelah hampir 2 jam dari dapat keluar dari ruang operator. Dikuburkan malam hari dan terkesan seperti buru – buru, tanpa melakukan otopsi. Kayak ada yang ditutup – tutupi biar masyarakat umum gak tau,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya itu.

 

Selain itu, warga sekitar menduga korban tidak memiliki BPJS ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK dari perusahaan tempatnya bekerja selama ini. Padahal, sesuai ketentuan pemerintah RI, menjadi kewajiban bagi perusahaan pemberi kerja untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan.

Hingga berita ini dilansir, Manager PTPN IV unit Padang Matinggi dan vendor pelaksana TU sawit tempat korban bekerja belum bersedia untuk di konfirmasi.

Beberapa saksi mata meminta agar Kepolisian segera melakukan penyelidikan dan olah TKP atas insiden yang menewaskan operator alat berat.

( Rijal )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *