Festival Panen Raya P5 SMAN 1 Sekolah Penggerak, “Untuk Membangun Generasi Berkarakter dan Unggul”

Uncategorized241 Dilihat

 

DUMAI, (INDOVIRAL.ID)— Kamis (21/12/2023) pagi, SMAN 1 Sekolah Penggerak yang berada di jalan lintas Soekarno-Hatta Kelurahan Bukit Timah Kecamatan Dumai Selatan lakukan giat “Festival Panen Raya”.

Kegiatan diikuti Kepsek SMAN 1 Sekolah Penggerak Rafles, S.Pd., Camat Dumai Selatan Wahyu Wicaksono, S.Ip., M.Ip., dan para lurah se-Kecamatan, pengawas dan pembina sekolah sekota Dumai, majelis guru, Komite Sekolah, orang tua siswa, Tokoh Masyarakat dan pemerhati pendidikan. Festival mengambil thema “Untuk Membangun Generasi Berkarakter dan Unggul”.

Festival itu sendiri untuk menunjukkan kepada orang tua siswa dan tamu undangan, bagaimana para pelajar SMAN 1 itu telah mampu mengimplementasikan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), sesuai kurikulum Merdeka.

P5 merupakan aksi nyata pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk karya peserta didik dari hasil pembelajaran yang mereka ikuti, sesuai dengan tuntunan kurikulum Merdeka. Pada kegiatan ini ditekankan penilaian proses pada penguatan karakter, kreatifitas, kemandirian, gotong royong, dan bernalar kritis sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

Festival Panen Karya merupakan penguatan profil pelajar Pancasila dengan beberapa karya yang telah berhasil di hasilkan para pelajar, diantaranya; rekayasa dan berteknologi (pembuatan roti), kewirausahaan, (pembuatan dodol nenas, sirup nenas dan anyaman lidi sawit), bangunlah jiwa raga (pembuatan poster anti buli, kekerasan seksual, intoleransi, dan anti narkoba) serta Bhinneka Tunggal Ika (tari tarian Nusantara).

Dalam sambutannya, Rafles ucapkan terimakasih kepada para orang tua dan tamu undangan yang meluangkan waktu mengikuti acara tersebut.

Sebelumnya juga SMAN 1 Sekolah Penggerak telah mengadakan Festival Budaya Melayu se-Kota Dumai tingkat SLTA. Dan puncaknya adalah Melayu Day ke-4 pada Selasa (19/12).

Pada kesempatan tersebut, Rafles menerangkan, bahwa SMAN 1 Sekolah Penggerak pada tahun depan (2024), saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) nanti, SMAN 1 akan ditunjuk sebagai “Sekolah Pelaksana Internasional Program (IP)”, yaitu; program kuliah sambil kerja di Jerman, yang disponsori Pemerintah Jerman.

Syarat untuk mengikuti program tersebut yaitu anak harus berkarakter yang baik, kemauan yang kuat dan harus lulus bahasa Jerman.

“Satu-satunya sekolah di Dumai yang mendapat program ini cuma SMAN 1 Sekolah Penggerak. Ada 36 sekolah se-Riau yang ditunjuk mengikuti program ini,” ujar Rafles.

SMAN 1 Sekolah Penggerak lewat Kepsek Rafles, S.Pd., juga menerima reward “Anugerah Keterbukaan Informasi Publik” dari Pemprov Riau lewat Komisi Informasi Riau, yang telah melaksanakan fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Sementara itu, Camat Wahyu Wicaksono yang juga merupakan alumni SMAN 1 ucapkan rasa bangganya atas capaian-capaian sekolah selama ini. Termasuk, penunjukkan sekolah yang berhak menerima program dari pemerintah Jerman.

“Pemko Dumai juga ada berikan beasiswa bagi pelajar Dumai berprestasi lewat Khidmat Pendidikan. Beasiswa untuk kuliah di Politeknik Chevron Riau (PCR), Rumbai-Pekanbaru,” ungkap Wahyu Wicaksono.

Wahyu Wicaksono juga menghimbau para orang tua untuk tidak takut melepas anaknya untuk kuliah di luar Dumai. Termasuk kuliah di Jerman. “Ini kesempatan langka. Jangan takut, Pak Bu. Jangan suudzon. Karena anak punya cita-cita sendiri, dukunglah si anak seandainya ia dapat beasiswa ke Jerman itu, “motivasi Wahyu.

Setelah Camat Wahyu membuka resmi Festival Panen Raya P5, selanjutnya para tamu undangan dipersembahkan berbagai ragam tari-tarian daerah nasional sebagai bentuk karya para siswa yang telah mengikuti P5 tersebut.

Kepsek Rafles juga mengajak para tamu undangan dan para orang tua melihat langsung hasil karya anak murid, seperti macam-macam rekayasa teknologi, kue mueh, dodol nenas, sirup nenas dan anyaman lidi sawit beserta cara pembuatannya. Ada juga poster dan lukisan. Terlihat para tamu undangan berdecak kagum melihat hasil

karya para pelajar tersebut. Bahkan ada diantara para tamu undangan dan para orang tua yang membeli karya yang dipamerkan. Tentu saja hal ini menjadi kesenangan tersendiri bagi si pelajar, bukan karena harganya tapi karena bukti bahwa karya si pelajar tersebut dihargai orang tua mereka atau para tamu undangan.

Seorang ibu dari Bukit Batrem sampaikan ucapan apresiasi kepada Kepsek Rafles dan majelis guru serta Komite sekolah yang telah mendidik para anak murid dan memberi kesempatan kepada murid memamerkan hasil karyanya.

“Terimakasih kepada Kepsek Rafles, majelis guru dan komite sekolah. Semoga lewat festival ini anak kami bisa bertambah ilmu pengetahuan nya dan hobi nya juga bisa tersalurkan,” ungkap seorang ibu bermarga Aritonang, asal Bukit Batrem.

(ES)