Dukungan Pemdes Meyimpan tanya bagi publik,Musyawarah Pemuda Ohoijang Dinilai Macet

 

Langgur Indoviral.co.id,- Tokoh Pemuda Ohoijang, David D. Angelo Koanyanan, kepada media ini 31/12 2025 menyoroti adanya kontradiksi yang tajam antara dukungan eksternal dengan realita di tingkat Ohoi yang merupakan ujung tombak pemerintahan di Ohoi Ohoijang,Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku

“Langkah Panitia Musyawarah sebenarnya telah mendapat legitimasi kuat setelah melakukan audiensi dengan berbagai stakeholder kunci”. Ujarnya

Menurut Koanjanan,Langkah dan Upaya penataan kembali wadah kepemudaan di Ohoi Ohoijang itu kini berada di titik nadi,pasalnya rencana besar pelaksanaan Musyawarah Pemuda Ohoijang yang diharapkan menjadi momentum rekonsiliasi dan pemberdayaan generasi muda justru terjebak dalam ketidakpastian akibat minimnya komitmen dari Pemerintah Ohoi Ohoijang. Padahal

” Urgensi pembentukan wadah ini sangat mendesak mengingat posisi strategis Ohoijang sebagai pusat administratif dan ekonomi yang kerap menjadi titik rawan konflik horizontal” Ungkapnya

Selain itu,salah satu dukungan paling signifikan datang dari Kapolres Maluku Tenggara yang memandang organisasi pemuda sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan meminimalisir potensi bentrokan yang selama ini sering melibatkan kaum muda.

” Sayangnya, antusiasme kepolisian ini tidak berbanding lurus dengan sikap Pemerintah Ohoi Ohoijang yang terkesan menutup diri dan tidak memberikan dukungan nyata terhadap kerja-kerja panitia” Tambahnya

Bagi Angelo Koanjanan,Kondisi ini diperparah dengan kinerja panitia pelaksana yang kini terlihat kehilangan arah dan tidak menunjukkan progres yang berarti stagnasi ini merupakan dampak domino dari sikap apatis pemerintah desa yang seharusnya menjadi fasilitator utama

” Sebagai Ohoi yang terletak di jantung ibu kota kabupaten, pemuda Ohoijang seharusnya memiliki wadah resmi untuk mengembangkan potensi dan terlibat dalam pemberdayaan ekonomi”. Paparnya

Angelo menyampaikan, Tanpa organisasi yang jelas, pemuda hanya akan menjadi objek dalam dinamika sosial tanpa memiliki struktur yang mampu meredam gesekan atau menyalurkan kreativitas mereka ke arah yang lebih positif.

Angelo Koanyanan menegaskan bahwa membiarkan kevakuman organisasi pemuda di wilayah se-sentral Ohoijang adalah sebuah langkah mundur yang berisiko tinggi

“Jika tarik ulur kepentingan ini terus dibiarkan tanpa ada intervensi dan niat baik dari Pemerintah Ohoi, maka cita-cita untuk menciptakan stabilitas dan kemandirian pemuda akan berakhir di atas kertas” Tandasnya

Audiensi Publik kini menunggu keberanian Pemerintah Desa Ohoijang untuk segera memberikan dukungan penuh agar musyawarah dapat terlaksana dan kepengurusan pemuda yang sah segera terbentuk demi kepentingan jangka panjang wilayah tersebut.( Iv42 )