Dua Kali Gagal Jadi Pendeta, Pria Ini Pilih Jadi Penjahat, Kini Tewas Karena Kabur dari Penjara

Nasional, Terkini191 Dilihat

 

MEDAN, INDOVIRAL.ID— Sosok Adi Putra Nduru tahanan Polres Pelabuhan Belawan yang tewas saat melarikan diri, dua kali gagal test menjadi pendeta.

Menurut keterangan salah satu warga, Ali Santoso mengatakan, Adi Putra Nduru di kenal sebagai sosok yang baik di lingkungan masyarakat.

Karena, Adi Putra Nduru diketahui sudah dua kali gagal saat mengikuti test sekolah pendeta.

“Kalau di sini dia itu baik sama warga, sama kawan kawannya pun baik. Dia dulu itu pernah tes pendeta, tapi gagal, dua kali dia mencoba sekolah pendeta itu,” Kata Ali Santoso, Selasa (4/4/2023).

Dikatakan Ali, untuk kepribadian Adi Putra Nduru sendiri, ia tidak terlalu mengetahui.

“Kalau kepribadian tidak terlau mengetahui yah, karena dia masih muda jadi berkawannya sama yang muda juga. Yang pasti dia itu baik kalau disini,” ucapnya.

Ali mengatakan, Adi Putra Nduru meninggal dunia di hari ulang tahunnya yang ke 25. Adi Putra Nduru Lahir 4 April 1998 dan meninggal dunia 4 April 2023.

“Hari ini dia ulang tahun, dan hari ini juga dia meninggal,” pungkasnya.

KRONOLOGI

Kronologi tahanan Polres Pelabuhan Belawan yang berupaya melarikan diri berujung tewas. Menurut keterangan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon mengatakan, pada awalnya almarhum hendak di serahkan ke Jaksa, karena berkas tahanan sudah lengkap.

Dan sebagai syarat untuk menyerahkan tahanan ke Jaksa, Polres Pelabuhan Belawan melakukan cek kesehatan terhadap almarhum. Namun saat di perjalanan, mobil yang di kendarai petugas bersama almarhum terjebak kemacetan.

Melihat kesempatan, itu Adi Putra Nduru menendang pintu mobil hingga terbuka dan melarikan diri dengan kondisi tangan di borgol.

“Kita mau serahkan dia ke Jaksa, namun karena ada syarat penyerahan tahanan itu harus cek kesehatan. Maka kita lakukan cek kesehatan ke puskesmas, namun tepat di depan Kantor Pelindo, mobil kita terjebak macet. Melihat kesempatan itu, almarhum menendang pintu mobil hingga terbuka, dan langsung melarikan diri dengan tangan di borgol,”kata Josua Tampubolon.

Personil pun berupaya mengejar tersangka yang melarikan diri ke arah Jalan Pelabuhan Raya, tepatnya ke arah rumah orang tuanya. Saat itu personil sempat kehilangan jejak almarhum, maka dilakukan pengepungan di lokasi kejadian tersebut.

Saat itu personil pun mencurigai salah satu rumah kosong, namun terdengar suara riak air di dalamnya. Maka personil pun mencoba membuka dan masuk ke dalam rumah tersebut. Namun Adi Putra Nduru langsung naik ke atap rumah dan melompat.

“Kuta kerahkan personil dari Polres untuk mengepung lokasi pelariannya. Saat itu petugas kita curiga dengan salah satu rumah kosong, yang dimana terdengar suara riak air didalamnya. Maka personil mencoba masuk kedalam, Tiba-tiba tahanan langsung naik ke atap dan melompat,” ucapnya.

Dijelaskan Josua, saat berupaya melompat dari atas rumah warga, tahanan tersebut terjatuh tepat di jendela kaca salah satu rumah yang ada di lokasi. Sehingga kaca tersebut menyayat dada korban dan menyebabkan tulang dada patah.

Tahanan pun mencoba melanjutkan pelariannya dari belakang rumah tersebut yang di pagari oleh seng.

“Saat melompat dia terpental ke kaca jendela, sehingga kaca tersebut menyayat dadanya dan menyebabkan patah tulang dada. Tahanan pun sempat melanjutkan pelariannya dari belakang rumah warga yang sempit dan di pagari seng,” ujarnya.

Josua menyebutkan, akhirnya personil pun menemukan tahanan dengan kondisi berlumuran sarah, dan petugas sempat membawa tahanan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Namun naas nyawa tahana tidak tertolong lagi.

“Personil menemukan tahanan dengan kondisi lemas dengan dada mengalami luka besar dan mengeluarkan sangat banyak darah. Personil pun sempat mengupayakan membawa tahanan ke rumah sakit untuk di rawat, namun naas saat persiapan medis, dia sudah dinyatakan meninggal duni,” pungkasnya.

(Tribun Medan/ES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *