Disinyalir Banyak Berdampak Buruk Pada Kehidupan Sosial Ekonomi Perusahaan KOSIPA Didesa Langansari Diswiping

Uncategorized198 Dilihat

 

Pandeglang-Banten Indoviral.id

Koperasi Simpan Pinjam (KOSIPA) Dikabupaten Pandeglang sekarang sudah berjamuran,mulai yang biasa disebut Bank Keliling,sampai ada sudah biasa Disebut Masyarakat dengan sebutan Bank Emok,yang sekarang ini Expansinya sudah ada hampir disetiap sudut di Wilayah Kabupaten Pandeglang.

Dari beberapa hasil penelusuran langsung bahwa Kosipa-kosipa ini bisa saja berdampak positif,tapi kebanyakan ini berdampak buruk pada Kehidupan sosial ekonomi,karena dari hasil beberapa Fakta yang didapat bahwa si peminjam Kosipa ini terjebak dalam situasi,contoh situasinya yaitu misalkan satu Masyarakat meminjam sejumlah uang ke salah satu Kosipa untuk usaha dagang kecil-kecilan,dan dengan perjanjian pembayaran diangsur harian,dalam situasi ini pihak Kosipa tentunya tidak mau tau dengan situasi si peminjam yang kalau sebenarnya dalam dagang sehari-harinya dapat untung atau tidak,nah,dalam situasi seperti ini biasanya si peminjam ketika untuk menutup beban angsuran itu meminjam lagi ke Kosipa lainnya,dan masalah yang akan timbul akan sama,dan solusinya lagi akan meminjam lagi ke Kosipa lainnya lagi,sampe terus semakin dalam dan semakin besar angsurannya,karena harus mengangsur pinjaman dari banyak Kosipa.

Satu lagi Jenis Kosipa yang sudah lumrah namanya disebut dengan Bank Emok,biasanya Bank Emok ini sistem angsuran pinjamannya ada yang seminggu sekali dan ada yang duaminggu sekali,dan sudah banyak yang mengetahui di Kabupaten Pandeglang,bahwa sipeminjam yaitu Ibu-ibu harus berkelompok,dan sistem angsurannya ada yang namanya Tanggung Renteng,apa itu Tanggung Renteng?,jadi ketika dalam kelompok Ibu-ibu sipeminjam ada yang tidak datang dalam kumpulan ditempat yang dudah ditentukan (biasanya dirumah ketua kelompok) itu ditanggung oleh yang hadir angsurannya,dan sudah banyak yang mengviralkan di unggahan video,para ibu-ibu bertengkar gara-gara yang namanya tanggung Renteng terdebut.

Seperti hal yang terjadi Didesa Langansari Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang,Karang Taruna dan Tokoh Pemuda turun untuk menswiping Kosipa yang beraktivitas Usaha Didesa Langansari.

Dilokasi dilakukannya swiping Kosipa Didesa Langansari Indoviral.id meminta keterangan salah satu Tokoh Pemuda yaitu Didin Jenggot,ia menyampaikan bahwa dilakukannya swiping ini adalah atas dasar banyak terjadi hal buruk ke Masyarakat,,contoh ada Suami Istri yang sampai berpisah karena istrinya diketahui mempunyai utang ke Bank Keliling begitu banyak,karena bukan dari satu Bank Keliling yang mengatasnamakan Kosipa.

“Tidak bisa dihindari ternyata dari banyaknya Bank Keliling ini berdampak buruk pada Masyarakat,seperti ada yang pernah kami ketahui,ada suami istri yang berpisah gara-gara bertengkar,karena suami baru mengetahui setelah ternyata istrinya terbelit hutang begitu banyak oleh Bank Keliling,maka dengan hal tersebut kami lakukan swiping ini,”terang Didin Rabu 27-12-2023.

Ada satu lagi Kosipa yang biasa disebut Bank Emok Didin menjelaskan,Bank emok ini juga berpotensi bisa jadi bibit pertengkaran dalam kelompok ibu-ibu peminjam,karena ada sistem tanggung Renteng.

“Sistem tanggung renteng ini bisa jadi pemicu pertengkaran antara ibu-ibu kelompok peminjam Bank emok,karena dalam kelompok tersebut bila ada yang tidak hadir,maka yang hadirlah,yang harus menanggung beban angsuran pinjamannya,”tambah Didin.

Kemudian Didin juga lebih lanjut mengatakan,bahwa pihak Desa Langansari sudah membuat Spanduk,dan penyampaian dalam Spanduknya adalah “Kosipa,Bank Keliling,Bank Emok” dilarang masuk,karena sudah meresahkan,tapi ternyata himbauan tersebut tidak diindahkan.

“Sudah dibuat Spanduk himbauan untuk Kosipa,Bank Emok,Bank Keliling,untuk tidak masuk wilayah Desa Langansari,karena sudah meresahkan,tapi himbauan tersebut tidak mereka indahkan,”pungkas Didin Jenggot.

Hal ini pula Disikapi oleh Nana Suryana (Gatul)selaku senior Aktivis Pandeglang,ia menyampaikan bahwa ada swiping Kosipa Didesa Langansari dan dalam hal ini ia sangat mendukung,karena sejauh ini dengan hadirnya begitu banyak Kosipa khususnya Didesa Langansari dan umumnya Diseluruh wilayah Dikabupaten Pandeglang,itu lebih banyak berdampak negativnya dari pada positivnya.

“Sejauh ini begitu banyak berjamuran Kosipa-kosipa khususnya Didesa Langansari dan umumnya Dikabupaten Pandeglang,itu lebih berdampak kepada hal negativnya daripada positivnya,oleh sebab tersebut,saya sangat mendukung dengan kegiatan swiping tersebut,”ujar Nana Suryana menyampaikan melalui pesan singkat WhatsAppnya.

Terkait swiping ini dibenarkan oleh Kepala Desa Langansari Owie Sentot,Dikantor Desanya ia menjelaskan ketika ditemui bahwa pihak Karang Taruna dan para Tokoh melakukan swiping terhadap para Pengusaha Kosipa,karena sebelumnya sudah ada Spanduk himbauan,namun madih saja tetap melakukan Expansi usahanya Didesanya.

“Hal swiping tersebut saya sudah mengetahui,dan membenarkan adanya,karena sebelumnya kami juga sudah buat Spanduk himbauan untuk para Kosipa,supaya tidak lagi berusaha Didesa kami,namun mereka terus saja memperluas expansi usahanya,maka karang Taruna dan para tokoh lakukan swiping,”terang Owie Kades Langansari.

(cepz)