Dinilai tidak transparan serta merugikan masyarakat, Warga Ohoi Watsin minta Pemda Malra audit pengelolaan dana Desa tahun 2020-2024

Malra, Indoviral.co.id,-

Merasa tidak puas atas pengelolaan dana Desa pada Ohoi Watsin Kecamatan Kei Besar,Kabupaten Maluku Tenggara ( Malra ),Benediktus Heatubun salah satu warga Ohoi Watsin akhirnya melayangkan surat dan meminta pihak Pemda Kab.Malra untuk segera mengaudit tata kelola keuangan Ohoi Watsin pada tahun anggaran 2020-2024

Surat yang dialamatkan kepada Bupati Kab.Malra tersebut diberi judul,” Surat pengaduan dan permintaan dana desa”, dengan perihal,” Permohonan audit dan transparansi penggunaan dana Desa tahun 2020-2024″, selain itu melalui surat dimaksud Benediktus Heatubun menyampaikan tiga poin utama sebagai dasar pengaduan tetsebut yaitu

1. Tidak adanya transparansi Laporan Pertanggungjawaban, serta Laporan Keuangan atas pengelolaan keuangan Ohoi Watsin,dimana hanya menyusun Rencana Anggaran Belanja ( RAB ) namun alokasi anggaran dimaksud tidak sesuai dengan RAB dalam pembahasan sebelumnya,serta tidak ada arsip laporan keuangan di Ohoi.
2. Oknum mantan Pejabat Kepala Ohoi Watsin saat mengurus hingga melakukan proses pencairan Dana Desa sering kali mengabaikan fungsi dan tugas bendahara,dimana bendahara hanya diminta menyiapkan serta melakukan proses pencairan Dana Desa tersebut namun setelah pencairan semua Dana dimaksud dipegang dan diatur oleh sang mantan Pejabat tersebut
3. Sejumlah aset ohoi Watsin berupa leptop dan motor di bawa pulang oleh oknum-oknum Pejabat kepala ohoi setelah masa jabatanya dan hingga kini tidak diketahui keberadaanya.

Bukan hanya itu,Benediktus Heatubun juga menyampaikan bila hingga kini dirinya telah mengantongi informasi terkait pengakuan salah satu oknum mantan Pejabat kepala Ohoi watsin kepada oknum warga masyarakat Ohoi Watsin terkait sisa anggaran yang merupakan dana Desa Ohoi Watsin tàhun anggaran 2023 – 2024 dengan jumlah berkisar Rp.270.000.000,- yang tidak di ketahui oleh masyarakat Ohoi Watsin dan hingga saat ini belum di pertanggung jawabkan oleh oknum mantan Pejabat tersebut kepada masyarakat ohoi watsin

Dalam surat tersebut Benediktus Heatubun juga menyampaikan,jika dampak yang dirasakan pihak warga masyarakat Ohoi Watsin secara langsung atas ulah oknum mantan Pejabat tersebut meliputi, tidak adanya pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat yang terlihat maju secara signifikan dan tidak tepat sasaran,dengan demikian diharapkan langkah tegas dari pihak Pemda Kab.Malra agar dapat melakukan audit secara menyeluruh terhadap penggunaan dana desa Ohoi Watsin Tahun 2020- 2024, memberikan sanksi tegas kepada Oknum-oknum mantan Pejabat Kepala Ohoi Watsin yang dengan sengaja melanggar aturan penggunaan Dana Desa, memberikan laporan hasil audit penggunaan dana desa kepada masyarakat Ohoi Watsin dari
tahun 2020-2024 agar tercipta transparansi dan akuntabilitas pengelola, mengembalikan semua aset Ohoi Watsin berupa Laptop dan Motor yang dibawa oleh beberapa oknum mantan Pejabat Kepala Ohoi Watsin

Sementara itu ketika dikonfirmasi melalui sambungan telephone pada Rabu 08/10/2025 kepada media ini Ibu Sesy Fautngil selaku Bendahara Ohoi Watsin,membenarkan pengaduan tersebut,dan telah dipanggil oleh pihak Inspektorat Kab. Malra untuk dimintai keterangan

” benar ada laporan,dan saya sudah dipanggil ke Inspektorat untuk dimintai keterangan”,Ungkap Sesy saat dikonfirmasi

Selain itu salah satu warga Ohoi Watsin yang enggan namanya diberitahkan mengakui kebenaran laporan dalam bentuk pengaduan tersebut dan faktanya benar,bahwa adanya tindakan dan prilaku oknum mantan pejabat dengan semena-mena tidak menghargai peran dan fungsi Bendahara

” memang betul,karena bendahara tidak dihargai,bendahara hanya urus pencairan tapi semua uang dan penggunaan diatur mantan pejabat itu”, Ungkap sumber itu melalui sambungan telepohone

Ia juga menyampaikan kekesalanya atas prilaku yang dilakukan oleh sejumlah mantan Pejabat yang selalu tidak berlaku jujur kepada masyarakat Ohoi Watsin

” pejabat ganti pejabat serah terimah tidak jelas,tidak ada aset Ohoi yang ditinggalkan karena tiap ganti Pejabat maka pergi bersama aset Ohoi berupa Leptop hingga Motor”, Tuturnya ( Iv42 )