Diduga Cekik Leher Bawahan, Oknum Mandor I Akan Dilapor Ke APH

Uncategorized254 Dilihat

 

INDOVIRAL.ID ( SUMUT )

Simalungun.Rabu 08 Nopember 2023

Ketua Gabungan Radar Online Simalungun (Garasi) Surya Dharma Samosir soroti tindakan arogan diduga dilakukan oknum Mandor I Afdeling 2 PTPN IV (Persero) Kebun Unit Tinjowan, kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, pada salah seorang Karyawannya.

Menurut informasi yang disampaikan kepada media ini, tindakan pencekikan tidak beretika oknum Mandor I inisial HR kepada SRN karyawan di kantor afdeling 2 kebun unit tinjowan dilakukan pada (Senin, 06/11/2023).

Berawal ketika SRN aktif melaksanakan pekerjaan bersih – bersih di kantor afdeling 2 kebun unit tinjowan. Tiba – tiba HR datang dan menyuruhnya untuk membantu salah seorang karyawan di lapangan. Karena merasa masih punya tanggung jawab yang belum diselesaikan di kantor, SRN mengatakan dirinya masih punya tugas yang harus diselesaikan.

Merasa perintahnya diabaikan, HR marah – marah lalu mendatangi dan mencekik leher SRN sembari mendorongnya ke tembok kantor. Akibat cekikan yang dilakukan HR membuat SRN kesulitan untuk bernapas.

Menanggapi sikap tidak terpuji yang dilakukan HR terhadap SRN, Dharma Samosir menyebutkan bahwa tindakan HR menunjukkan sikap tidak beretika seorang pimpinan kepada bawahannya.

” Tindakan tidak terpuji yang dilakukan HR kepada SRN akan kita laporkan kepada Dirut PTPN IV Sumut di Medan. Arogansi yang dilakukan HR sangat – sangat tidak mencerminkan sikap seorang pimpinan kepada bawahannya,” kata Dharma Samosir, Rabu (08/11/2023).

Menurut pria berdarah Batak Samosir tersebut, Managemen PTPN IV kebun unit tinjowan harus memberikan sanksi tegas kepada HR. Apalagi tindakan pencekikan leher yang dilakukan HR dapat menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

” Sudah selayaknya Managemen PTPN IV kebun unit tinjowan memberikan sanksi berat berupa Demosi kepada HR. Selain tidak terpuji, pencekikan yang dilakukan HR dapat berakibat fatal hilangnya nyawa seseorang,” terang Samosir.

Ditegaskan Samosir, bahwa Garasi akan terus memantau perkembangan kasus ini, dan dirinya akan mendampingi SRN untuk menempuh jalur hukum jika diperlukan.

” Sikap arogan seperti itu tidak boleh di biarkan. Kalau saat ini SRN yang jadi korban, besok – besok mungkin akan menimpa dan terjadi pada karyawan lain di afdeling 2,” ungkap Dharma Samosir menyudahi.

(Rizal)