Baru Selesai Dikerjakan Rabat Beton Rusak, Warga Minta Inspektorat Periksa Penggunaan DD Landbouw

Uncategorized120 Dilihat

 

Indoviral.id, Simalungun (Sabtu 11.mei 2024)

Warga kesal melihat bangunan Rabat Beton bersumber dana desa (DD) Landbouw tahun anggaran 2024 sudah rusak, padahal baru beberapa hari selesai dikerjakan.

Bangunan rabat beton sepanjang 193 meter x 3.0 x 0.15 meter, berlokasi di Dusun/Huta III Jalan Usaha Tani Nagori landbouw, kecamatan Bandar, kabupaten Simalungun tersebut menelan biaya hingga sebesar Rp. 158.648.000, disebut – sebut warga baru selesai dikerjakan sudah rusak di beberapa titik bangunan.

Warga sekitar lokasi menyebutkan pada Sabtu (11/05/2024), bahwa bangunan rabat beton tahun 2024 baru selesai di kerjakan oleh Kepala Desa/Pangulu nagori landbouw sudah rusak.

” Bangunan rabat beton baru selesai dibangun pake DD Landbouw tahun 2024, tapi udah rusak,” sebut warga.

Warga yang enggan dituliskan identitasnya itu mengatakan, dirinya menduga pengerjaan rabat beton itu tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan Kerangka Acuan Kerja (KAK), sehingga kondisi bangunan seperti tidak memiliki kekuatan dan rapuh.

” Pengerjaan rabat beton ini seperti asal jadi tidak sesuai RAB dan KAK. Tengok aja baru beberapa hari dikerjakan udah rusak dan merugikan uang negara ratusan juta. Buang – buang anggaran aja,” kata warga kesal.

Selain itu, menurut warga bangunan rabat beton tersebut terindikasi sarat dugaan korupsi. Pelaksanaan bangunan rabat beton di nagori landbouw seperti sengaja dikurangi materialnya agar mendapatkan keuntungan dari sisa anggaran. Pangulu dan pendamping desa (PD) diduga main mata atau kongkalikong saat melaksanakan bangunan rabat beton itu.

” Selain itu saya juga menduga adanya kongkalikong antara pangulu dan pendamping desa untuk mengurangi penggunaan material bangunan rabat beton itu, sehingga berdampak bangunan gak kuat. Campuran material pasir dengan semen tampak tidak berbanding sehingga bangunan tidak kokoh,” ungkap warga itu.

Warga berharap agar pemerintah kabupaten Simalungun benar – benar serius mengawasi penggunaan DD di setiap nagori sekabupaten simalungun, khususnya nagori landbouw agar dana desa dapat digunakan sesuai tujuannya.

Sedangkan pangulu nagori landbouw Haidir, belum bersedia ditemui untuk di konfirmasi terkait adanya bangunan rabat beton baru selesai dikerjakannya namun sudah rusak. Saat di hubungi melalui telepon seluler beliau mengatakan akan segera mengecek kondisi bangunan rabat beton.

” Nanti sore saya cek ke lokasi karena saya lagi dijalan tol mau ke Medan,” ucapnya.

(Rizal)