Bagaimana Cara Orang Tua Mengasuh Anak di Era Digital, SD Maitreyawira Gelar Seminar

Nasional, Terkini687 Dilihat

 

DUMAI, INDOVIRAL.ID— Perkembangan teknologi yang begitu cepat, membuat segala sesuatunya berubah. Baik di tengah keluarga, masyarakat, sekolah dan lain sebagainya.

Teknologi digital tersebut bisa bermanfaat jika digunakan secara bijak, namun bisa juga merusak kehidupan itu sendiri, jika penggunaannya tidak tepat.

Maka, kita dituntut agar bijak menggunakan teknologi digital tersebut. Jika anak-anak salah menggunakan teknologi digital tersebut, maka rusaklah pola pikir si anak.

Menimbang hal tersebut, SD Maitreyawira yang berlokasi di Jl Kamboja, mengadakan “Seminar Parenting” dengan thema “Pola Asuh Orang Tua di Era Digital”, Sabtu (25/2/2023) pagi di Ruang Pertemuan Lantai 2 Super Star Hotel, Jl Ombak.

Mengundang perwakilan 70 orang tua murid kelas 1 hingga kelas 6 SD, seminar menghadirkan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Dumai Maini Asna, SKM., M.Si., sebagai narasumber.

Bujang Alwi Syahputra, S.IP., M.Pd., sebagai Ketua Yayasan Maitreyawira saat saat sambutannya mengatakan, bahwa saat ini SD Maitreyawira menerapkan Kurikulum Merdeka.

“Dengan Kurikulum Merdeka anak murid di bekali dengan teknologi digital. Di era digital 5.1 ini adalah sangat perlu peran orang tua untuk mengikuti kemajuan. Itulah sebabnya seminar ini perlu diadakan,” ucap Alwi. Diakhir sambutannya, pengurus salah satu parpol di Kota Dumai ini mengajak para orang tua yang hadir agar membatasi anak-anak menggunakan HP.

“Jangan lalai dan lengah mendidik anak,” pungkas Alwi.

Kesempatan berikutnya, Kepsek SD Maitreyawira, Sukarno, S.Pd.B., M.Pd., menyampaikan bahwa seminar terlaksana sebagai kelanjutan program sekolah gerak.

“Kenapa seminar diadakan.? Karena terkadang kami menemukan hal yang tidak mungkin di tolak tapi juga berbahaya jika di terapkan, contohnya Hp. Untuk mengantisipasi hal tersebut, makanya seminar ini diadakan,” ungkap Sukarno.

Ditambahkan Sukarno, kegiatan seminar diadakan menggunakan dana BOS.

Sekolah juga perlu penerapan kebhinekaan, sesuai motto Pancasila.

“Pendidikan merupakan Tanggungjawab bersama; orang tua, sekolah dan pemerintah,” tutup Sukarno.

Ketua Komite SD Maitreyawira, Susi, S.Pd., juga berkata hal sama. “Seminar ini sangat penting bagi orang tua, agar miliki pola asuh yang benar. Dengan pola asuh yang benar, berarti kita meningkatkan kualitas generasi penerus,” closing Susi.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Yusmanidar yang diwakili Kabid Pengawas SD, Ibnu Amar sebelum membuka resmi seminar, berkata seminar parenting tersebut merupakan hal yang tepat dilakukan SD Maitreyawira.

“Kurikulum Merdeka mengajak siswa agar lebih aktif dan mandiri belajar secara digital,” tutup Ibnu Amar.

(ES)