Alasan Dedi Mulyadi Membentuk Satgas Anti Preman: Oknum Berkedok Ormas atau LSM

Indoviral.id|

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, mengungkapkan akhir-akhir ini, menjelang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah. Sejumlah perbuatan yang menjurus  Dari intimidasi, pemerasan atau pemalakan yang berkedok permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) kian marak.

Perbuatan itu dilakukan oleh oknum yang mengatas-namakan dari Organisasi masyarakat (Ormas) maupun LSM. Peristiwa itu sempat terjadi di beberapa daerah di Jabar, hingga viral disejumlah akun Media sosial (Medsos).

Terkait hal tersebut, Dedi Mulyadi pun gerak cepat dengan membentuk Satuan tugas (Satgas) Anti Preman. Tujuannya, untuk menindak praktik-praktik intimidasi, pemalakan dan pemerasan dengan cara minta THR.

Berkaitan dengan aksi premanisme, hal itu menjadi salah satu materi yang disampaikan Dedi Mulyadi dalam pidatonya dihadapan para wakil rakyat dalam agenda Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jabar, pada Jumat (21/3/2025) lalu.

“Saya akan mengeluarkan surat keputusan (SK). Hari Senin, pembentukan Satgas Anti Premanisme,” tegas Dedi Mulyadi dikutip dari sebuah unggahan video di setiap tayangan YouTube diakun @KDM Channel.

Dikatakan Dedi Mulyadi, bahwa Satgas Anti Preman nanti akan terkoneksi hingga ke tingkat wilayah Kecamatan. “Kami akan melengkapi berbagai fasilitasnya. Dengan target dalam tahun ini Jawa Barat terbebas dari premanisme,” demikian alasannya.

Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, dirinya akan terus berkomunikasi dengan jajaran kepala Kepolisian yakni Polda Jabar hingga ke Polres-Polres di wilayah hukum Kepolisian Jawa Barat. “Di Kota Bekasi kemarin ada sekuriti yang diintimidasi,” ungkapnya singkat.

“Kemudian di Kabupaten Bekasi, ada salah satu oknum Ormas yang menaburkan sampah di depan kantor Dinas Kesehatan. Walaupun sudah minta maaf,” tambahnya.

Sedangkan peristiwa di Subang, kata Dedi Mulyadi, jajaran Unit Jatanras Satreskrim Polres Subang telah menangkap enam orang terduga pelaku pemerasan kepada para pekerja dan investor di kawasan Industri Smartpolitan Cipeundeuy, Subang.

Satgas Anti Preman tersebut akan diberi perlengkapan khusus dan nomor telepon khusus. Mereka akan mulai efektif bekerja pada Senin, besok (24/3/2025). “Sudah (dibentuk). Senin ini sudah bisa efektif kok,” tutur Dedi Mulyadi.

Ia pun berharap agar semua warga, pemilik perusahaan serta para investor yang berinvestasi di Jawa Barat mendapatkan rasa aman dan nyaman. “Tanpa ada gangguan dari pihak atau oknum-oknum yang berprilaku preman,” tandasnya. (Red)