AKTIVITAS PETI DI TOMBANG BERHENTI TOTAL .

Nasional, Terkini392 Dilihat

 

Sumbar, IndoViral.id – berdasarkan Imfestigasi media ini turun kelapangan Selasa 18 April 2023 di kejorongan Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar tepatnya di aliran Sungai Batang Pasaman sudah tidak di temukan lagi adanya Aktivitas Penambangan Emas tanpa Izin seperti yang di unggah di Media Sosial ( Medsos ).

Hal tersebut di benarkan oleh beberapa orang warga setempat salah satunya ibuk Mardaisum saat di komfirmasi media ini,” mamang sudah lama masyarakat Tombang tidak ada melakukan Aktivitas Penambangan, saat ini semua warga hanya bisa berdiam diri di rumah, karna di penambangan di aliran sungai Batang Pasaman berhenti total,

,” saat ini kami merasa bingung harus bagaimana lagi untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga kami setiap hari, pada hal Tambang itu satu satunya andalan kami meraih Rezki, apalagi lebaran sudah dekat kebutuhan juga semakin meningkat, Kami tidak punya sawah, tidak punya Kebun hanya menambang inilah andalan pendapatan kami tutur Ibuk Mardaisum.

Semua masyarakat Tombang sangat di rugikan dengan adanya pemberhentian Aktivitas penambangan, tak dapat kami bayangkan bagaimana kedepannya kami melanjutkan kehidupan kami, sedangkan penambangan itu adalah urat nadi warga disini keluh Ibuk Mardaisum.

Hal yang sama di jelaskan oleh Ucok warga setempat,” kami terpaksa harus menghentikan Aktivitas PETI, di sungai Batang Pasaman tempat kami mendulang Rezki, karna semua warga masyarakat disini merasa ketakutan dengan adanya Instruksi Bapak Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki, bahwa apapun bentuk kegiatan yang berbau Ilegal harus di tindak tegas tanpa pandang bulu,”


Makanya kami tidak berani lagi untuk terus berativitas seperti biasanya, apalagi sekarang ini Imformasi yang di unggah lewat Media Sosial terlalu berlebihan dan sangat jauh dari vakta yang sebenarnya, contohnya, dulu Aktivitas penambangan yang pernah kami lakukan hanya memakai cuma satu alat berat saja, memang alat berat tersebut ada dua Unit di lokasi tapi satu alat rusak dan hanya satu yang bekerja,

Sementara pada Media Sosial yang di unggah di sebutkan ada dua puluh dua alat berat yang sedang melakukan Aktivitas Penambangan, kan itu sangat luar biasa berlebihan Hoax nya papar Ucok.

Sebenarnya kami tau bahwa kegiatan yang kami lakukan di larang oleh Undang Undang di Negara ini, tapi hal itu terpaksa kami jalani untuk kehidupan warga disini lantaran tidak adanya sumber lain yang kami jalani untuk meraih rezki,

,” bukanya kami menentang pemerintah dan Aparat tapi ini hanya masalah perut dan tidak ada lagi dari kegiatan lain yang akan mendatangkan hasil buat kebutuhan warga di sini, semua pasti sudah tau, disini kami tidak ada sawah, tidak ada kebun, satu satunya hanya menambang itulah andalan kami sebutnya.

Kami warga Tombang ini sangat berharap kepada pemerintah maupun Aparat agar dapat mempertimbangkan untuk menghentikan Aktivitas Penambangan di Tombang, Kami tidak mencari kekayaan, tapi hanya ingin bisa makan ulasnya.

Sementara ini tidak ada lagi yang dapat kami lakukan kecuali merenungi nasib, bagaimana kedepannya kami melanjutkan penghidupan, semua terhenti di luar dugaan kami pada saat di masa sulit seperti saat ini ucap Ucok.

( Yulisman )